Mengenal Lebih Dekat Tentang Babi Panggang

POSTED BY ADMIN

Babi panggang, yang biasa disingkat dengan “BIPANG” merupakan salah satu produk olahan asal daging babi. Dalam pengolahan produk asal daging baik itu daging sapi, kambing, domba, ayam maupun babi terdapat beberapa teknik dalam pengolahannya yaitu : pengasapan, biltong, jerkey, danbuma dan pemmican. Untuk “BIPANG” teknik pengolahan yang digunakan adalah pegasapan. Proses pemanasan saat pengasapan yang berasal dari pembakaran kayu ini berfungsi untuk menurunkan kadar air, dengan menurunnya kadar air diharapkan dapat mematikan mikroorganisme. Karena asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu, mengandung senyawa kimia yaitu fenol dan formaldehid yang memiliki fungsi sebagai pembunuh bakteri dan kapang. Sehingga daging panggang yang dihasilkan dapat disimpan lebih lama. Selain jenis-jenis teknik pengolahan diatas terdapat juga pengolahan daging khas Indonesia yaitu Urutan yang merupakan teknik pengolahan berasal dari Bali dan Se’i yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Dalam pengolahan produk olahan asal daging perlu diperhatikan higienis dan sanitasinya, sehingga produk yang dikonsumsi terjamin keamanan pangannya. Untuk mengetahui keamanan pangan suatu produk, maka perlu diketahui tingkat cemaran mikroba yang terkandung dalam produk tersebut. Adapun batas cemaran mikroba untuk produk olahan asal daging berdasarkan SNI 7388:2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dalam Pangan adalah sebagai berikut : ALT : 1 x 105 koloni/g, E. coli : ˂ 3/g, Salmonella sp : negatif, Staphyloccoccus aureus : 1 x 102 koloni/g, Bacillus cereus : 1 x 103 koloni/g.  Tingkat cemaran miroba tersebut dapat dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, UPT. Pelayanan Keswan, Kesmavet dan Klinik Hewan prov Kalbar.