PENGARUH FASILITAS TERHADAP PETUGAS PEMOTONGAN HEWAN BERDASARKAN PROTOKOL COVID-19 PADA HARI RAYA IDUL ADHA DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA

POSTED BY ADMIN

Penulis : Musa Alfius, Maslihah Umami dan Sri Wahyuni

 

 

Abstrak

Fasilitas pemotongan hewan kurban berdasarkan protokol Covid-19 merupakan bagian yang terpenting dalam penerapan protokol Covid-19 untuk petugas atau panitia pemotongan hewan kurban di masjid, surau , instansi pemerintah maupun bersifat pribadi. Oleh sebab itu Kementerian Pertanian mengeluarkan surat edaran mengenai Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease (Covid-19).

Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari fasilitas tempat pemotongan terhadap petugas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19 dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Analisa data menggunkana SPSS 21.0 software meliputi uji validasi, reabilitas, normalitas, linearitas, regresi sederhana dan parsial. Berdasarkan hasil dari uji parsial diperoleh nilai signifikansi ˂ 0,05, yaitu 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fasilitas berpengaruh signifikan terhadap petugas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19.

Kata kunci : fasilitas, petugas pemotongan hewan, Protokol COVID-19

 

Abstrack

Sacrificial animal facilities based on the Covid-19 protocol are the most important part in implementing the Covid-19 protocol for officers or committees for slaughtering sacrificial animals in mosques, surau, government or private. Therefore, the Ministry of Agriculture issued a circular regarding the Implementation of Sacrifice Activities in a Situation of a Non-Natural Corona Virus Disease (Covid-19) Disaster.

The purpose of this research was to determine whether there is an influence of slaughter facilities on slaughter officers based on the Covid-19 protocol with a total sample of 38 respondents. Data analysis using SPSS 21.0 software includes validation test, reliability test, normality test, linearity test, simple regression test and partial tests. Based on the results of the partial test, the significance value is ˂ 0.05, which is 0.000. So it can be concluded that the facility has a significant effect on animal slaughter officers based on the Covid-19 protocol.

Keyword : facilities, animal slaughter officers, Covid-19 protocol

  

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu Hari Besar Keagamaan bagi umat Muslim, yang didalamnya terdapat kegiatan penyembelihan hewan kurban. Menurut Abdullah, 2016 hewan kurban yang yang disembelih menurut ajaran Islam adalah unta, kambing, sapi dan kerbau. Namun pemotongan hewan kurban pada tahun ini tidak seperti biasanya dikarenakan Negara Indonsia merupakan salah satu negara yang masyarakatnya terinfeksi virus corona.

Virus corona disease 2019 (Covid-19) adalah virus yang muncul di Wuhan Cina pada Desember 2019 yang menginfeksi saluran pernafasan dan memliki tingkat penyebaran yang sangat cepat. Pada awal bulan Maret 2020 warga Indonesia pertama kali terinfeksi Covid-19 dan sampai pada tangga 5 Agustus 2020 menurut data Kemenkes jumlah kasus konfirmasi 125 ribu orang, sembuh sebanyak 80.952 orang dan yang meninggal 5.723 orang. Sedangkan secara keseluruhan di dunia jumlah kasus yang terkonfirmasi adalah 18.142.718, kasus meninggal 691.013 dengan angka kematian 3.8%.

Tingkat penyebaran atau penularan harus dicegah untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia. Salah satu yang dilakukan ialah dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 008/SE/PK.320/F/06/2020 oleh Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Petenakan dan Kesehatan Hewan, mengenai Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease (Covid-19), agar kegiatan kurban memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan atau penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan adanya surat edaran tersebut, maka kegiatan pemotongan hewan kurban dapat tetap dilaksanakan namun tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti fasilitas yang sesuai dengan protokol Covid-19 untuk mendukung kesehatan petugas dalam melakukan pemotongan hewan kurban.

 

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas tempat pemotongan hewan terhadap petugas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19 pada Hari Raya Idul Adha di Kecamatan Pontianak Tenggara.

 

Manfaat

            Dengan mengetahui terdapat pengaruh atau tidak antara fasilitas tempat pemotongan dengan petugas pemotongan hewan yang didasarkan pada protokol Covid-19 pada Hari Raya Idul Adha di Kecamatan Pontianak Tenggara. Maka dapat diketahui apakah terdapat fasilitas tempat pemotongan berdasarkan protokol Covid-19 untuk mendukung petugas pemotongan hewan kurban dalam menerapkan protocol Covid-19.

 

Metodologi Penelitian

            Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan asosiatif dengan melakukan survei. Pengambilan sampel dari populasi yang menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul dari data yang utama. Jumlah sampel yang diperoleh adalah sebanyak 38 sampel terdiri dari Masjid, Surau, Instansi Pemerintah dan pemotongan mandiri.

            Pengujian instrumen ini dilakukan untuk mengetahui tingkat sahih/valid, uji relibilitas, tingkat normalitas, uji linearitas, uji regresi linear sederhana dan  uji parsial  pada variabel X dan Y, dengan menggunakan SPSS 21.0 software.

 

Analisa Data dan Pembahasan

            Menurut Sugiyono (2015: 94), meyatakan untuk keperluan analisis kuantitatif skala likert adalah skala yang berisi 5 tingkat preferensi jawaban. Jawaban itu dapat diberi skor sebagai berikut :

1.      Sangat tidak setuju

skor 1

2.      Tidak setuju

skor 2

3.      Netral

skor 3

4.      Setuju

skor 4

5.      Sangat setuju

skor 5

 

            Analisa nilai rata – rata jawaban responden dibandingkan dengan rentang nilai yang telah ditentukan. Adapun rentang nilai yang telah ditentukan adalah sebagai berikut :

4,20 – 5,00

Sangat setuju

3,40 – 4,19

Setuju

2,60 – 3,39

Netral

1,80 – 2,59

Tidak setuju

1,00 – 1,79

Sangat tidak setuju

 

            Nilai rata-rata tanggapan responden untuk variabel X (fasilitas) adalah 2,93 (tabel 1). Nilai ini berada pada rentang 2,60 – 3,39. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden netral mengenai penyataan dan pertanyaan bahwa fasilitas yang tersedia sesuai dengan protokol Covid-19 dan dapat mendukung petugas dalam melaksanakan pemotongan berdasarkan protokol Covid-19

            Nilai rata-rata tanggapan responden untuk variabel Y (petugas pemotong hewan) adalah 3,09 (tabel 2). Nilai ini berada pada rentang 2,60 – 3,39. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden netral mengenai pernyataan bahwa petugas pemotongan hewan menerapkan protokol Covid-19 dan didukung oleh fasilitas berdasarkan protokol Covid-19.

 

Uji Validitas

Uji validitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah data yang didapat benar-benar sudah valid dan layak untuk dilanjutkan penelitiannya.

Berdasarkan hasil pengujian data menunjukkan bahwa setiap butir-butir pada kedua variabel telah memenuhi syarat validitas yaitu memiliki nilai r hitung lebih dari r tabel (0,320) (tabel 3 dan tabel 4).

 

Uji Reliabilitas

Relibilitas adalah sebuah scale atau instrumen pengukur data dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen itu secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran.

Hasil pengujian dengan SPSS21.0 diperoleh nilai Cronbach’s Alpha untuk angket fasilitas 0,61 dan unutk angket petugas sebesar 0,89. Jadi semua data hasil penelitian reliabel karena nilai Cronbach’s Alpha ˃ 0,60

 

Uji Normalitas

Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah model regresi variabel yang terikat dan variabel bebas, mempunyai distribusi normal atau tidak.

Hasil pengujian normalitas diperoleh nilai signifikansinya adalah 0,792 (tabel 5). Berdasarkan nilai tersebut, dapat dsimpulkan bahwa data terdistribusi normal dikarenakan memiliki nilai signifikan ˃ 0,05.

 

Uji Linearitas

Tujuan dari uji linearitas adalah untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak antara variabel independen dengan variabel dependen.

Hasil pengujian linearitas diperoleh nilai signifikansi devition from linearity pada variabel fasilitas adalah 0,516 ˃ 0,05 sehingga terdapat hubungan yang linear antara variabel fasilitas terhadap petugas pemotongan hewan.

 

 

Uji Regresi Linear Sederhana

            Menurut Sudarmanto (2005: 125) uji asumsi linieritas garis regresi ini berkaitan dengan suatu pembuktian apakah model garis linier yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan keadaanya ataukah tidak.

            Berdasarkan tabel 6, maka diperoleh model regresi sebagai berikut : Persamaan regresinya dapat ditulis sebagai berikut :

Y = a + bX

Y = 0,750

            Koefisien regresi variabel fasilitas (X) memiliki nilai positif sebesar 0,750. Artinya fasilitas memiliki keterkaitan yang bersifat positif terhadap petugas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19. Apabila fasilitas meningkat maka kesadaran petugas pemotongan hewan dalam menerapkan protokol Covid-19 juga ikut meningkat. Sehingga disimpulkan bahwa arah pengaruh variabel fasilitas (X) terhadap petugas pemotongan hewan (Y) berdasarkan protokol Covid-19 adalah positif.

 

Uji Parsial (T)

Uji T adalah uji untuk mengetahui apakah variabel independen secara parsial berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen. Nilai signifikansi yang digunakan sebagai pembanding adalah 0,05.

            Berdasarkan tabel 6, menunjukkan nilai signifikansi fasilitas 0,000 ˂ 0,05, sehingga ketersediaan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap petugas pemotongan hewan, dikarenakan nilai signifikasinya kurang dari 0.05. Maka dapat disimpukan adalah fasilitas berpengaruh signifikan terhadap petugas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19.

 

Penutup

 

Kesimpulan

            Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel fasilitas terhadap petugas pemotongan hewan yang didasarkan pada protokol Covid-19 di Kecamatan Pontianak Tenggara.

 

Saran

            Hasil penelitian menunjukan bahwa fasiltas tempat pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19 perlu ditingkatkan agar para petugas ataupun panitia pemotongan hewan kurban di masjid, surau, instansi pemerintah maupun mandiri dapat menerapkan protokol Covid-19 guna mencegah penularan atau penyebaran virus corona disease.

  

DAFTAR PUSTAKA

 

Seyani, Tri ., et. all. 2015. Potensi Ikutan Ternak Sapi Pedaging Ketika Idul Adha di Sekolah Petrnakan Rakyat Ngudi Rejeki, Kediri. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, Vol. 2 (2). 215-216.

Sihotang, Elda. 2018. Analisis Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Pada CU Kusapa Di Kabupaten Sanggau. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Dharma. Pontianak.

Octora, Sandra Endang Suci. 2020. Analisis Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. Sumber Djantin Pontianak. Jurnal Widya Dharma. Pontianak

Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&D. Bandung: Alfabeta.

https://covid-monitoring.kemkes.go.id/. (2020, 5 Agustus). Grafik kasus Covid-19 di Indonesia.

Surat Edaran Nomor : 008/SE/PK.320/F/06/2020 oleh Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Petenakan dan Kesehatan Hewan, mengenai Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease (Covid-19)

  

Lampiran

 

Tabel 1.

Tanggapan responden mengenai fasilitas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19

Tanggapan responden

Bobot

Jumlah

Presentase

Nilai total

Sangat setuju

5

24

12,63

120

Setuju

4

49

25,78

196

Netral

3

40

21,05

120

Tidak setuju

2

44

23,15

88

Sangat tidak setuju

1

33

17,36

33

Jumlah

 

190

100,00

557

 

 

 

Rata-rata

2,93

 

Tabel 2.

Tanggapan responden mengenai petugas pemotongan hewan berdasarkan protokol Covid-19

Tanggapan responden

Bobot

Jumlah responden

Presentase

Nilai total

Sangat setuju

5

16

7,02

80

Setuju

4

75

32,89

300

Netral

3

66

28,95

198

Tidak setuju

2

56

24,56

112

Sangat tidak setuju

1

15

6,58

15

Jumlah

 

228

100,00

705

 

 

 

Rata-rata

3.09

 

Tabel 3. Hasil Validasi Variabel X

 

ITEM_1

ITEM_2

ITEM_3

ITEM_4

ITEM_5

TOTAL

ITEM_1

Pearson Correlation

1

,366*

,078

,166

,197

,557**

Sig. (2-tailed)

 

,024

,641

,318

,237

,000

N

38

38

38

38

38

38

ITEM_2

Pearson Correlation

,366*

1

-,244

,130

,132

,468**

Sig. (2-tailed)

,024

 

,139

,437

,431

,003

N

38

38

38

38

38

38

ITEM_3

Pearson Correlation

,078

-,244

1

,090

,551**

,431**

Sig. (2-tailed)

,641

,139

 

,593

,000

,007

N

38

38

38

38

38

38

ITEM_4

Pearson Correlation

,166

,130

,090

1

,540**

,683**

Sig. (2-tailed)

,318

,437

,593

 

,000

,000

N

38

38

38

38

38

38

ITEM_5

Pearson Correlation

,197

,132

,551**

,540**

1

,842**

Sig. (2-tailed)

,237

,431

,000

,000

 

,000

N

38

38

38

38

38

38

TOTAL

Pearson Correlation

,557**

,468**

,431**

,683**

,842**

1

Sig. (2-tailed)

,000

,003

,007

,000

,000

 

N

38

38

38

38

38

38

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

 

Tabel 4. Hasil Validasi Variabel Y

 

ITEM_1

ITEM_2

ITEM_3

ITEM_4

ITEM_5

ITEM_6

TOTAL

ITEM_1

Pearson Correlation

1

,835**

,876**

,623**

,550**

,400*

,868**

Sig. (2-tailed)

 

,000

,000

,000

,000

,013

,000

N

38

38

38

38

38

38

38

ITEM_2

Pearson Correlation

,835**

1

,732**

,700**

,704**

,522**

,934**

Sig. (2-tailed)

,000

 

,000

,000

,000

,001

,000

N

38

38

38

38

38

38

38

ITEM_3

Pearson Correlation

,876**

,732**

1

,684**

,389*

,318

,833**

Sig. (2-tailed)

,000

,000

 

,000

,016

,051

,000

N

38

38

38

38

38

38

38

ITEM_4

Pearson Correlation

,623**

,700**

,684**

1

,536**

,175

,743**

Sig. (2-tailed)

,000

,000

,000

 

,001

,292

,000

N

38

38

38

38

38

38

38

ITEM_5

Pearson Correlation

,550**

,704**

,389*

,536**

1

,319

,709**

Sig. (2-tailed)

,000

,000

,016

,001

 

,051

,000

N

38

38

38

38

38

38

38

ITEM_6

Pearson Correlation

,400*

,522**

,318

,175

,319

1

,584**

Sig. (2-tailed)

,013

,001

,051

,292

,051

 

,000

N

38

38

38

38

38

38

38

TOTAL

Pearson Correlation

,868**

,934**

,833**

,743**

,709**

,584**

1

Sig. (2-tailed)

,000

,000

,000

,000

,000

,000

 

N

38

38

38

38

38

38

38

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

 

Tabel 5. Hasil Uji Normalitas. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

38

Normal Parametersa,b

Mean

,0000000

Std. Deviation

3,23611907

Most Extreme Differences

Absolute

,105

Positive

,069

Negative

-,105

Kolmogorov-Smirnov Z

,650

Asymp. Sig. (2-tailed)

,792

 

Tabel 6. Hasil uji regresi linear sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-1,710

3,026

 

-,565

,576

Fasilitas

1,382

,203

,750

6,801

,000

a. Dependent Variable: Petugas